670 Ton Bawang Bombay Mini Ilegal Disita Kemendag di Medan. – Segenap Petugas Polri dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Berhasil menyita 670 Ton jenis bawang bombay ilegal di Medan, Sumatera Utara, Senin (25/6/2018).

670 Ton Bawang Bombay Mini Ilegal Disita Kemendag di Medan

670 Ton Bawang Bombay Mini Ilegal Disita Kemendag di Medan
Petugas Polri bersama Kemendag memasang garis polisi. Di tempat penyimpanan bawang bombai merah mini ilegal di Jalan Letda Sujono Medan, Sumatera Utara, Senin (25/6/2018). (Antara Foto)

Pasalnya, bawang bombay ilegal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dalam Kepmentan Nomor 105 Tahun 2017. Sebab setelah diselidiki yakni dari jenis ukuran yang dianggap melanggar ketentuan. Kemudian di anggap ilegal lagi sebab jenis bawang bombay yang berukuran kecil dan berwarna merah tersebut. Akan diperdagangkan dimasyarakat dan itu artinya menjual bawang merah palsu. Seperti yang dikatakan Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim, Komisaris Besar, Daniel TM Silitonga terlansir di finance.detik

“Masuknya bawang Bombay mini dengan diameter kurang dari 5 cm adalah ilegal. Karena tidak sesuai Kepmentan Nomor 105 tahun 2017 tentang Karakteristik bawang bombay yang dapat di impor. Yaitu bawang dengan umbi minimal 5 cm dan diduga melanggar ketentuan. Dalam Permendag Nomor 16 tahun 2018 tentang perubahan ketiga atas Permendag No. 30/M-DAG/PER/5/2017 tentang Ketentuan impor produk hortikultura,” kata Daniel TM Silitonga, Dikutip dari finance.detik.com, Senin (25/6).

Kabar lainnya terkait penyebab kerugian negara hingga Rp 15 Miliar yakni adanya kecurangan pengusaha. Yang melakukan pencampuran bawang bombay mini impor dengan bawang merah lokal. Dengan memanfaatkan dokumen importasi bawang bombay merah yang mendapatkan izin masing masing pengusaha sebesar 5000 ton. Diantaranya CV. SMM, UD. AL dan CV. LH. Pendapat lainnya yang dipaparkan terkait yang dirasakan oleh konsumen jika berlanjut panjang tentunya akan mengalami kerugian.

“Dengan masuknya bawang merah mini ilegal dan diperdagangkan ke konsumen, maka para petani bawang merah lokal mengalami kerugian, karena harga bawang merah mini ditingkat pengecer kisaran harga Rp 14.000/kg, sedangkan bawang merah lokal kisaran harga Rp 25.000/kg, adapun pelaku usaha banyak yang melakukan pencampuran bawang merah mini impor dengan bawang merah lokal,” jelas dia.

Terkait dengan permasalahan tersebut akan diproses dengan mendapatkan sanksi dengan cara dicabut angka pengenalan importirnya. Seperti yang terlansir di tribunnews.

“Dari sisi peraturan tata niaga khususnya untuk bawang Bombay diduga melakukan pelanggaran peraturan menteri perdagangan No 16 tahun 2018 yang mana apabila dalam satu perusahaan importir melakukan pelanggaran dalam proses importasinya diberikan sanksi untuk dicabut angka pengenalan importirnya,” Dikutip dari medan.tribunnews.com, Senin (25/6/2018).

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star
Comments to: 670 Ton Bawang Bombay Mini Ilegal Disita Kemendag di Medan

Your email address will not be published.

Attach images - Only PNG, JPG, JPEG and GIF are supported.