Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK

Please log in or register to like posts.
News
Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK

Kendari, Ruangmedia – Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK. Ratusan Mahasiswa Fakultas Teknik yang tergabung dari seluruh Mahasiswa di Sulawesi Tenggara melakukan Aksi demo besar besaran di Universitas Muhammadiah Kendari (UMK). Aksi tersebut disebut aksi damai 123.

Aksi damai tersebut merupakan bentuk protes atas penyimpangan yang dilakukan oleh oknum Dekan Fakultas Teknik (FT) UMK, Moch. Assiddieq yang didugaan telah melakukan tindak kekerasan terhadap dua orang mahasiswa FT-UMK dan penggelapan uang operasional perjalanan di UMK.

Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK
Ketgam: Gambaran diatas merupakan mahasiswa tekhnik yang tergabung dalam aksi demo di depan Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK)

Dekan Fakultas Teknik UMK, Moch. Assiddiq diduga secara sadar telah melakukan kekerasan terhadap dua orang mahasiswa Teknik UMK dan menggelapkan uang operasional perjalanan mata kuliah Studi Kerja Lapangan S1 Teknik Arsitektur. Senilai kurang lebih 16 Juta Rupiah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Mahasiswa Teknik Arsitektur UMK, Pangga saat ditemui di UMK, Selasa 23 Januari 2018. Menurutnya, Kedua hal tersebut menjadi pememicu amarah ratusan Mahasiswa Teknik UMK dan seluruh Mahasiswa Teknik se Sulawesi Tenggara (Sultra) dan juga beberapa orang dosen FT-UMK yang secara bersamaan mengajukan pengunduran diri sebagai dosen tetap di UMK.

Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK
Ketgam: Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK yang berlangsung hingga menarik perhatian para mahasiswa/i lainnya.

Mewakili seluruh Mahasiswa UMK , Pangga mengatakan, Moch. Assidieq telah menendang dua mahasiswa Teknik dengan alasan bahwa pihaknya (Moch. Assidieq) sangat jengkel kepada kedua mahasiswa tersebut yang selalu berpenampilan urak-urakan di kampus.

Selain itu, Moch Assidieq juga diduga telah menggelapkan uang operasional perjalanan melalui biaya travel yang dibebankan kepada mahasiswa senilai Rp 4.100.000, namun tanpa alasan yang jelas, oknum dosen tersebut mengambil alih dan menaikan biaya tersebut hingga mencapai Rp.4.500.000 tanpa sepengetahuan mahasiswa terkait.

“Ada dua point yang menjadi alasan tuntutan kami. Pertama, Tindak kekerasan (menendang) yang dilakukan oleh Dekan FT-UMK kepada dua mahasiswa FT dalam keadaan sadar dan di dua tempat yang berbeda, kedua, kami menduga Dekan FT-UMK telah melakukan penggelapan uang operasional Perjalanan mata kuliah Studi Kerja lapangan SI Teknik Arsitektur. Senilai kurang lebih 16 Juta Rupiah,” ungkap Pangga, Selasa (23/1/2018).

Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK
Ketgam: Aksi Protes Dosen dan Mahasiswa UMK pun menarik perhatian para dosen

Selain 8 (Delapan) orang dosen yang telah mengundurkan diri, pihak Mahasiswa FT-UMK juga mengancam akan keluar dari UMK secara berjamaah jika Dekan tersebut tidak diturunkan jabatannya sebagai Dekan.

Menanggapi hal itu, Rektor UMK, Muhammad Nur mengatakan, pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut ke Pimpinan Wilayah Muhammadiah Sultra untuk kepastian keputusan Pihak UMK terkait persoalan tersebut

“Persoalan ini akan diserahkan kepada Pimpinan Wilayah Muhammadiah, Pimpinan Wilayah Muhammadiah melarang rektor untuk mengambil keputusan karena Pimpinan Wilayah yang akan menambil keputusan,” papar Muhammad Nur.

Lebih lanjut, sembari menunggu keputusan Pimpinan Wilayah, Muhammad Nur mengatakan, pihaknya akan kembali membangun komunikasi kepada 8 (Delapan) orang dosen yang telah mengundurkan diri tersebut agar bisa kembali mengajar di UMK.

“Insha Allah akan rapat pada hari Kamis, sambil menunggu keputusan Pimpinan Wilayah maka Rektor telah menginstruksikan kepada Wakil Rektor untuk melajukan komunikasi kepada delapan dosen yang mengundurkan diri,” tukasnya

 

Reporter : Er

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?