Beginilah Nasib Wisatawan Lecehkan Tengkorak Leluhur di Toraja

Please log in or register to like posts.
News
Beginilah Nasib Wisatawan Lecehkan Tengkorak Leluhur di Toraja

TorajaBeginilah Nasib Wisatawan Lecehkan Tengkorak Leluhur di Toraja. Masyarakat di tanah Toraja, Sulawesi Selatan memiliki kebudayaan yang berbeda dari suku lainnya di Indonesia. Utamanya dalam hal membahas kematian, suku toraja menjadikan hal tersebut adat yang tidak bisa ditinggalkan secara turun temurun. Bahkan sebagian dari mereka meyakini dengan kuat bahwa. Orang-orang yang sudah meninggal masih dapat berjumpa dengan orang yang masih hidup di dunia. Tak heran jika saat mengunjungi ke beberapa objek wisata di Toraja, Sulawesi Selatan tersebut. Kita akan disajikan oleh kentalnya kebudayaan serta adat istiadat. Yang menggambarkan tradisi menyimpan jasad yang sudah meninggal di Goa-goa, Tebing-tebing, dan batang pohon raksasa.

Beginilah Nasib Wisatawan Lecehkan Tengkorak Leluhur di Toraja

Beginilah Nasib Wisatawan Lecehkan Tengkorak Leluhur di Toraja
Ketgam: Para wisatawan yang melakukan pelanggaran. | Dikutip dari phinemo.com

Dari cara mereka melakukan pemakaman ini tak heran jika tempat-tempat tersebut menjadi sangat sakral untuk dikunjungi. Adapun mereka melanggar peraturan dilokasi, maka persiapkan ganjaran yang akan diterimanya.

Seperti halnya yang telah terjadi di salah satu pemakaman para leluhur di Toraja, Sulawesi Selatan. Pasalnya, seorang wisatawan yang melakukan pelanggaran di area tersebut dengan berselfie ria bersama temannya menggunakan salah satu tulang dan tengkorak. Hingga akhirnya mereka pun dikenakan sanksi peringatan oleh para pemegang adat yang disebabkan ketidaktahuannya tersebut. Akibat aksinya yang di unggah di sosial media itu pun mendaptkan cibiran tajam dari pihak warganet akibat melecehkan tengkorak dan tulang bekas peninggalan para leluhur mereka. Begitu pula para masyarakat di Toraja Seperti yang terlansir di media TribunTravel.com yang juga dikutip dari media Kompas.com.

“Betul kemarin kita sudah melihat terlebih dahulu isi dari foto atau video tersebut. Pada intinya kami menyayangkan karena bagaimanapun itu adalah tulang-belulang leluhur kita yang harus dihormati,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Toraja Utara, Harli Patriatno, dikutip dari tribunnews.com Kamis (22/3).

Para wisatawan yang melanggar ini diberikan sangsi ringan berupa kewajiban memotong 1 ekor babi dan melakukan prosesi minta maaf di area makam tempat mereka melakukan pelanggaran.

Meski tidak terlalu berat namun sangsi ini dapat memberikan pelajaran untuk kita semua. Bahwasanya adat istiadat serta budaya wajib kita hormati meski hal tersebut tak berwujud utuh.

Summary
Review Date
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?