BPPTKG Prediksi Kemungkinan Magmatik Pada Rabu Pagi

Please log in or register to like posts.
News
BPPTKG Prediksi Kemungkinan Magmatik Pada Rabu Pagi

BPPTKG Prediksi Kemungkinan Magmatik Pada Rabu Pagi – Gunung merapi di Yogyakarta kembali Erupsi Pagi ini. Letusan yang terjadi sekitar Rabu (23/5/2018) pukul 03.35 WIB dini hari tadi. Dengan lama waktu berdurasi 4 menit terpantau mengeluarkan semburan dengan ketinggian 2000 meter.

“6:48 via Stasiun meteorologi di Pasarbubar puncak #merapi saat ini suhu udara 11.4 C, Kelembaban 91.5 %Rh, Kec. angin 38.6 km/jam arah dari Barat Laut. Tingkat Aktivitas #merapi WASPADA (Level II)” Pantauan terakhir yang tertulis di akun Twitter Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

BPPTKG Prediksi Kemungkinan Magmatik Pada Rabu Pagi
Dikutip dari akun resmi @BPPTKG

BPPTKG Prediksi Kemungkinan Magmatik Pada Rabu Pagi

BPPTKG Prediksi Kemungkinan Magmatik Pada Rabu Pagi
“06:10 Via PGM.Babadan visual #merapi berkabut, suhu udara 18.2 °C, kelembaban 67 %rh, pressure 871.4 hpa, angin kencang sepanjang hari ke barat. #statuswaspada” | Dikutip dari @BPPTKG

Terkait adanya pantauan visual dari kamera thermal dan CCTV kawah #merapi. Kepala Seksi Gunung Merapi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Agus Budi Santoso membenarkan informasi kepada media antaranews.com. Mengenai adanya kemungkinan yang akan terjadi mengenai pergerakan letusan freatik kali ini merupakan kombinasi dengan letusan magmatik.

“Iya betul. Ada kemungkinan kombinasi magmatis tapi sedang menunggu analisa abu,” Dikutip dari media antaranews.com.

Untuk prediksi awalnya, BPPTKG DIY yang memaparkan bahwa Gunung Merapi untuk erupsi magmatik yang mengacu pada pola kejadian 1872. Ada lima fase yang terjadi seperti yang dipaparkan di liputan6.com.

  1. Fase pertama tergambarkan adanya penghancuran kubah lava dan erupsi vulkanian VEI 1-2.
  2. Fase kedua, terjadi melalui adanya kubah laba mencapai 10 juta meter kubik.
  3. Fase ketiga, tebing kawah lava mengalami longsor.
  4. Fase keempat, kubah lava runtuh menghasilkan awan panas sejauh delapan kilometer.
  5. Fase kelima, terjadi hujan dengan intensitas tinggi menimbulkan lahar di sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Meski status waspada yang di informasikan namun masyarakat tetap di himbaukan untuk tidak panik dan bagi yang tetap menjalankan aktifitas untuk kemanapun berpergian harus pakai masker, kacamata, jaket, penutup kepala dan alas kaki. Jika kita menganalisa kembali terkait erupsi freatik yang terjadi biasanya terjadi pascaletusan magmatik. Sementara kejadian saat Gunung Merapi mengalami letusan besar atau magmatik pada tahun 2010 lalu, yakni setelah terjadi erupsi freatik sebanyak sembilan kali.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?