Denyut Nadi Normal Menurut WHO (World Health Organization)

Please log in or register to like posts.
News

Denyut Nadi Normal Menurut WHO (World Health Organization) – Mengetahui denyut nadi normal sangat penting. Bahkan jika Anda bukan seorang atlet, pengetahuan tentang detak jantung Anda dapat membantu Anda memantau tingkat kebugaran Anda. Dan bahkan mungkin membantu Anda menemukan masalah kesehatan pada diri Anda.

Denyut Nadi Normal Menurut WHO (World Health Organization)

Menghitung Detak jantung, atau denyut nadi, adalah berapa kali detak jantung yang dihitung dalam per menit. Denyut nadi normal bervariasi pada setiap orang. Untuk Mengetahui, Anda bisa memakai alat kesehatan jantung. Tapi alat ini hanya Ada pada tempat latihan.

Untuk itu pada kesempatan ini, Kami akan membagi bagaimana cara menghitung Denyut Nadi Normal Menurut WHO secara manual.

Cara Menghitung Denyut Nadi Normal Menurut WHO

Seiring bertambahnya usia, perubahan tingkat dan keteraturan detak jantung Anda bisa berubah. dan juga bisa menandakan kondisi jantung atau kondisi lain yang perlu ditangani. Apakah seseorang itu seorang atlit kebugaran atapun bukan atlit kebugaran.

Baca Juga: Denyut Nadi Normal Sebelum dan Sesudah Olahraga.

Menurut American Heart Association (AHA): semakin bugar seseorang akan menurunkan denyut jantung. dengan membuat otot jantung bekerja lebih efisien. Seorang atlet terlatih mungkin memiliki denyut jantung istirahat 40 sampai 60 denyut per menit.

Cara Mengetahui Letak Denyut Nadi

Tempat terbaik untuk menemukan denyut nadi Anda adalah:

  • Pergelangan tangan
  • Di dalam siku Anda
  • Sisi leher
  • Bagian atas kaki
  • Dan Untuk mendapatkan bacaan yang paling akurat. letakkan jari Anda di atas denyut nadi dan hitung jumlah denyut dalam 60 detik.

Detak jantung istirahat Anda adalah jantung memompa jumlah darah terendah yang Anda butuhkan karena Anda tidak berolahraga. Ini terjadi Jika Anda duduk atau berbaring dan Anda tenang, rileks dan tidak sakit. Detak jantung Anda biasanya antara 60 (denyut per menit) dan 100 (denyut per menit).

Baca Juga: 5 Minuman Yang Menyehatkan Jantung.

Tapi detak jantung yang lebih rendah dari 60 tidak selalu menandakan masalah medis. Ini bisa jadi akibat mengkonsumsi obat seperti beta blocker.

Tingkat detak jantung yang rendah juga umum terjadi pada orang yang mendapatkan banyak aktivitas fisik atau sangat atletis. Seperti atlet binaragawan atau latihan kebugaran. Orang yang aktif sering memiliki tingkat detak jantung yang lebih rendah. karena otot jantung mereka dalam keadaan lebih baik dan tidak perlu bekerja keras untuk mempertahankan denyut jantung yang stabil.

Aktifitas Fisik Mempengaruhi Denyut Nadi?

Pada kenyataannya, Aktivitas fisik sedang biasanya tidak banyak mengubah denyut nadi banyak. Jika Anda sangat bugar, itu bisa berubah menjadi 40. Orang yang kurang aktif mungkin memiliki denyut jantung antara 60 dan 100. Itu karena otot jantung harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan fungsi tubuh, dan membuatnya lebih tinggi.

Baca Juga: 13 Makanan Untuk Membakar Lemak Perut, Paha dan Tubuh.

Faktor Lain yang Mempengaruhi Denyut Nadi

Denyut Nadi Normal Menurut WHO (World Health Organization), memiliki faktir-faktor yang mempengaruhinya. Berikut adalah faktor-faktro tersebut.

1. Suhu udara

Bila suhu (dan kelembaban) tinggi, jantung memompa lebih sedikit darah, sehingga denyut nadi Anda bisa meningkat. tapi biasanya tidak lebih dari lima sampai 10 kali per menit.

2. Posisi tubuh

Beristirahat, duduk atau berdiri, denyut nadi Anda biasanya sama. Terkadang saat Anda berdiri selama 15 sampai 20 detik pertama, denyut nadi Anda mungkin naik sedikit, tapi setelah beberapa menit terjadi perubahan kembali.

3. Emosi

Tak bisa dipungkiri lagi, emosi mempengaruhi tingkat denyut nadi. Jika Anda stres, cemas atau “sangat senang atau sedih”, emosi Anda bisa meningkatkan denyut nadi Anda.

4. Ukuran tubuh

ika Anda sangat gemuk, Anda mungkin melihat denyut nadi yang lebih tinggi daripada biasanya, tapi biasanya tidak lebih dari 100.

5. Penggunaan obat

Obat yang menghambat adrenalin Anda (seperti beta blocker) cenderung memperlambat denyut nadi Anda. sementara terlalu banyak konsumsi obat tiroid atau dosis yang terlalu tinggi akan meningkatkan denyut nadi.

Nah, itulah di atas penjelasan Denyut Nadi Normal Menurut WHO (World Health Organization). Dan juga mengenai faktor-faktor yang mempengaruhinya, Semoga dapat membantu.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?