Dua Bocah SMP Gagal Akad Setelah Nekat Mau Nikah

Please log in or register to like posts.
News
Dua Bocah SMP Gagal Akad Setelah Nekat Mau Nikah

RuangmediaDua Bocah SMP Gagal Akad Setelah Nekat Mau Nikah. Viralnya dua bocah yang masih duduk dibangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Daerah Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Pasalnya mereka berdua memaksa untuk menikah di usia dini hingga menghebohkan di KUA Bantaeng. Kabar uniknya bukan karena dijodohkan maupun kecelakaan hubungan. Namun, pernikahan mereka dilandaskan karna keinginan yang kuat untuk menikah dini.

Dua Bocah SMP Gagal Akad Setelah Nekat Mau Nikah

Dua Bocah SMP Gagal Akad Setelah Nekat Mau Nikah
Ketgam: Dua bocah SMP yang nekat menikah di usia sangat muda | Dikutip dari gambar tribunnews.com

Dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 ayat (1) tentang Perkawinan sangat jelas bahwa. “Perkawinan hanya diizinkan bila pihak pria mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun. Dan pihak wanita sudah mencapai usia 16 (enam belas) tahun.

Sedangkan kedua pelajar tersebut berusia dibawah 17 tahun, yakni calon pengantin pria berumur 15 tahun, dan Wanita berumur 14 tahun. Jelas saja hal tersebut sempat tidak mendapat izin hingga akhirnya pihak KUA mengeluarkan blanko N9 sebagai tanda penolakan pencatatan. Namun demikian tidak merubah pendirian dua bocah tersebut. Sampai pada akhirnya mereka mengadakan resepsi pernikahan setelah mendapatkan dispensasi dari Pengadilan Agama Bantaeng Senin kemarin (16/4).

Namun resepsi pernikahan tersebut tidak berjalan dengan lancar. Sebab akad nikah mereka harus dibatalkan karena tidak mendapat dispensasi dari kecamatan setempat.

Terkait dengan beredarkan berita dua pelajar SMP yang nekat mau nikah di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tersebut. Hingga akhirnya menarik perhatian Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise. Seperti yang terlansir di media suara.com

Antisipasi awal yakni mengarahkan Tim ke Kabupaten Bantaeng untuk mencegah pernikahan kedua anak tersebut. “Ada tim yang dikirimkan ke sana ya. Bagaimana pun caranya, untuk mencegah ini,” Dikutip dari suara.com, Senin (16/4).

Bukan hanya itu saja, bahkan Kemen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) akhirnya menerapkan program ‘Stop Pernikahan Anak’. Untuk menindaklanjuti tidak adanya permasalahan yang sama terkait kasus Dua Bocah SMP Gagal Akad Setelah Nekat Mau Nikah di daerah-daerah lainnya.

“Jadi kami tetap tindak lanjut itu dan sudah ada laporan yang masuk ke Kementerian kami, nanti dari pusat pelayanan terpadu dari kami akan mendampingi kasus yang ini, kasus pernikahan anak,” kata Yohana.

Summary
Review Date
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?