Grab Masih Ditolak di Kendari

Please log in or register to like posts.
News
Grab Masih Ditolak di Kendari

KENDARIGrab Masih Ditolak di Kendari. Kehadiran perusahaan aplikasi angkutan berbasis online atau Grab di kota Kendari sampai saat ini masih mendapat penolakan dari para sopir angkutan konvensional yang sejak lama telah beroperasi di Kendari.

Sejak dinyatakan resmi beroperasi pada pekan lalu, kali ini angkutan online Grab Masih Ditolak di Kendari dinyatakan harus berhenti beroperasi di Kota Kendari sampai dilakukannya kajian-kajian mendalam terkait angkutan berbasis online tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Forum Solidaritas Supir Mobil Angkutan (Forssma) Kendari La Ode Bili Muhamad Nane dalam rapat koordinasi dalam rangka membahas keberadaan Taxi Online di Wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Ditlantas, Dishub, Organda-Forssma, dan Perwakilan Pengusaha Taxi.

Menurut La Ode Bili, Grab boleh beroperasi di Kota Kendari jika telah dikaji setiap lininya untuk memastika angkutan onine tersebut tidak menimbulkan dampak negatif bagi para supir angkot ataupun supir taxi konvensional.

“Angkutan yang berbasis aplikasi dinyatakan tutup untuk wilayah Kota Kendari, tidak boleh beroperasi, bisa beroperasi kecuali ada kajian, hitungannya harus betul-betul jelas, jangan muncul begitu saja, begitu aplikasi ini hadir langsung ditelan begitu saja,” ungkap La Ode Bili, Rabu (22/11/2017).

Grab Masih Ditolak di Kendari
Ketgam: Ketua FORSSMA kendari, la ode Bili

“Dikaji dulu setiap lininya, nanti kalau memang dari semua pihak sudah dihitung total dan tidak merugikan teman teman supir ankot atau angkutan konvensional baru Grab boleh beroperasi di Kendari,” lanjutnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sultra Hado Hasina mengatakan, angkutan Grab tidak bisa dinyatakan berhenti, hanya saja perusahaan aplikasi tersebut harus mengikuti regulasi atau aturan yang sudah di tetapkan di Sultra

“Tidak bisa dibilang diberhentikan, yang paling penting harus dimengerti dulu bahwa Grab itu adalah perusahaan aplikasi, dia sudah mendapat izin secara nasional, kalau di Sultra sendiri juga termasuk nasional tapi dia hanya boleh merekrut vendor atau kerja sama dengan beberapa pemilik kendaraan yang telah memiliki izin katakanlah misalnya Bosowa dan sebagainya, dia bisa kerja sama,” ujar Hado.

Lanjut Hado mengatakan, Grab tidak diperbolehkan mengelola kendaraan-kendaraan yang menggunakan aplikasi tersebut.

“Kan disyaratkan bahwa mobil-mobil itu harus berhimpun, bisa dalam koperasi, jadi bedakan Grab itu adalah perusahaan aplikasi, dia tidak boleh mengelola mobil-mobil itu, yang mengelola itu nanti misalnya koperasi atau orang berhimpun lima mobil lalu datang minta izin ke perhubungan provinsi untik beroperasi,” lanjutnya

“Sebelum ada izin operasi dari kita dia tidak boleh rekrut melakukan perekrutan, jadi Grab itu bukan menjadi operator dari pada taxi-taxi itu, dia hanya penyedia aplikasi,” tambahnya.

Lebih lanjut, hado mengatakan pengoperasian Grab Masih Ditolak di Kendari dinyatakan berhenti untuk sementara di kota Kendari sampai adanya izin operasi dari pihak pemerintah Provinsi, dalam hal ini Dishub Sultra.

“Kan tadi sudah diputuskan berhenti dulu sebelum ada izin operasinya, izin ini ada dua yaitu izin sebagai pengusaha aplikasi itu sudah ada, dia boleh kemana saja di seluruh Sultra tapi ketika tiba disana dia harus bekerja sama dengan lima orang tadi itu (Vendor), kemudian Vendor ini harus diizinkan oleh perhubungan beroperasinya dimana baru boleh direkrut oleh Grab, jadi siapa saja boleh direkrut,” tukasnya.

Grab Masih Ditolak di Kendari
Ketgam: Staff Grab Pusat, Jeiner

Menanggapi hal tersebut, Staf Grab Pusat Jeiner mengatakan pihaknya akan terus beroperasi di Kota Kendari sembari menyiapkan Vendor-vendor atau Koperasi yang punya izin lengkap untuk direkrut.

“Kita izinnyakan sebagai aplikasi atau aplikator, dan kita dari kementrian pusat dikasih waktu tiga bulan sampai tanggal 4 Februari 2018, jadi sambil menunggu itu kita akan menyiapkan vendor-vendor atau koperasi atau badan usaha yang akan punya izin lengkap. Tapi sambil menunggu tanggal 4 februari 2018 itu kita tetap jalan seperti biasa. Intinya kita berjalan sesuai regulasi,” kata Jeiner

 

Reporter : Er

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?