Inilah Kronologi Dua Bocah Korban Persekusi Warga di Bekasi Utara

Please log in or register to like posts.
News
Inilah Kronologi Dua Bocah Korban Persekusi Warga di Bekasi Utara

JAWA BARATInilah Kronologi Dua Bocah Korban Persekusi Warga di Bekasi Utara. Korban persekusi yang dialami oleh dua bocah berinisial AJ (12) dan HL (13). Di Kampung Rawa Bambu, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Jawa Barat menyisahkan trauma yang mendalam baik itu pihak kedua korban dan sekeluarga.

Inilah Kronologi Dua Bocah Korban Persekusi Warga di Bekasi Utara

Inilah Kronologi Dua Bocah Korban Persekusi Warga di Bekasi Utara
Foto istimewa. | Dikutip dari kompas.com

Pasalnya, kronologi dari kasus tersebut bermula dari kedua korban yakni HL dan AJ sendiri diajak nongkrong oleh temannya yang berinisial RL (14). Kemudian tanpa disadari oleh kedua temannya HL (13) pun menarik sepotong jaket yang sedang dijemur. Namun melihat HL (13) yang diketahui langsung oleh pemilik jaket tersebut akhirnya ia pun lari ketakutan. Saat kejadian yang sama posisi AJ (12) dan RL (14) tersontak setelah melihat HL dikejar oleh Nur, warga sekitar karena dituding mencuri jaket Halim, bapak mertuanya. Akhirnya, AJ dan RL pun ikut berlari-larian. Informasi tersebut seperti yang terlansir di media Indopos oleh kuasa hukum korban sekaligus anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Rury Arief Rianto, dikutip dari indopos.co.id, Kamis (12/4/2018).

Kedua korban yang tertangkap dan diarak bugil yakni AJ (12) dan HL (13). Naasnya kedua korban saat kejadian tersebut tidak dapat dibantu oleh warga lainnya karena diancam akan dibakar lalu diserahkan ke polisi oleh Nur (pelaku).

Keduanya hingga kini mengalami nasib yang sama yakni mengalami trauma berat atas kejadian tersebut. Namun karena keluarga AJ tidak menerima perlakuan warga selain menelanjangi kedua korban mereka pun diperlakukan dengan kasar yakni memukuli dan melucuti pakaian kedua korban.

Akhirnya, keluarga AJ pun melaporkan hal tersebut ke ranah hukum. Dan laporan terakhir mengatakan pihak keluarga AJ sudah melakukan visum atas luka lebam yang dialaminya. Akan tetapi rekannya HL sudah diungsikan oleh sanak keluarganya namun mereka siap datang jika sewaktu waktu untuk hadir dimintai keterangan.

Kedua korban yang mengalami peristiwa tersebut menjadi pelajaran untuk kedua orang tua. Agar tetap mengawasi pergaulan anak-anaknya atas peristiwa persekusi itu terjadi pada Minggu (8/4) Pukul 01.30 am.

“Apapun alasannya tidak diperkenankan melakukan persekusi karena dampak yang dialami korban bakal menjadi beban psikis dan anak jadi penakut serta tidak percaya diri,” kata Rury, dikutip dari media tribunnews.com.

Summary
Review Date
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?