Inilah Kronologi Viral Aksi Kekerasan Guru SMK di Purwokerto

Please log in or register to like posts.
News
Inilah Kronologi Viral Aksi Kekerasan Guru SMK di Purwokerto

Banyumas, Ruangmedia.com – Inilah Kronologi Viral Aksi Kekerasan Guru SMK di Purwokerto. Satu lagi kasus kekerasan yang menambah catatan kriminal di kalangan sekolah. Khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Ksatrian di Purwokerto. Aksi tersebut dilakukan didalam sekolah oleh guru teknik komputer dan jaringan (TKJ) berinisial (LK). Inilah Kronologi Viral Aksi Kekerasan Guru SMK di Purwokerto. Pasalnya, Berawal dari viralnya sebuah video di media sosial seorang guru sedang menampar siswanya sendiri dari kelas XI berinisial (L).

Inilah Kronologi Viral Aksi Kekerasan Guru SMK di Purwokerto

Inilah Kronologi Viral Aksi Kekerasan Guru SMK di Purwokerto
Ketgam : video viral aksi guru menampar muridnya di SMK Ksatrian Purwokerto | Dikutip dari gambar regional.kompas.com

Video tersebut direkam oleh salah satu muridnya dan telah tersebar. Hingga menuaikan banyak pendapat penilaian buruk dari warganet. Pada dasarnya seorang guru yang seharusnya mengayomi muridnya dengan memberikan ilmu. Pada kenyataannya cuma melumpuhkan psikologis seorang anak hanya karena seorang guru yang melampiaskan dendamnya.

Lucunya dari aksi guru tersebut yang terlihat jelas dalam video viralnya. Kemudian menyusul datangnya video klarifikasi dari guru tersebut. Seperti yang terlansir pada klarifikasi seorang guru tersebut di media tribunnews

“Karena saya sudah pernah merasakan, saya pun dulu dendam karena itu, rasa sakit yang saya berikan itu sebagai pengingat karena kamu sudah benar-benar keterlaluan. Supaya kalau kamu keterlaluan lagi kamu tidak perlu merasakan yang lebih sakit lagi,” Dikutip dari media wow.tribunnews.com.

Selain ia memaparkan alasannya, guru itu pun menjelaskan permohonan maafnya ke semua orang tua murid dan meminta untuk memakluminya. Dari video klarifikasi seorang guru tersebut pada akhirnya menarik perhatian Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Komisioner KPAI bidang Pendidikan, Retno Listyarti pun angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan oleh guru tersebut tidaklah dibenarkan. Adapun dalam video klarifikasinya sekaligus permohonan maafnya dengan alasan untuk mendidik tetap tidak bisa diterima. Justru hal tersebut menambahkan bukti kuat bahwa guru itu punya dasar niat melakukan kekerasan pada seorang murid di dalam lingkup sekolah.

“Namun, bagi KPAI cara klarifikasi oknum guru tersebut malah makin menunjukkan bukti kepada penegak hukum bahwa si guru kerap melakukan kekerasan,” ujar Retno, dikutip dari tribunnews.com, Jumat (20/4).

Kabarnya, sudah ada 9 murid yang menjadi korban kekerasan oleh pelaku dan tiga murid diantaranya mengalami cidera ringan. Yakni, Satu mengeluh pada gangguan pendengaran sedang dua lainnya memar dan luka cakar. Akibat kekerasan yang dilakukan oleh pelaku tersebut ke 9 muridnya semua mengalami trauma berat. Melalui visum yang didampingi oleh Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Korban Kekerasan berbasis Gender dan Anak ( PPT PKBGA) Kabupaten Banyumas. Hal tersebut menjadi bukti kuat atas kekerasan yang dilakukan tersebut. Seperti yang terlansir di media merdeka

“Kemarin kami sudah dampingi juga untuk visum. Sebagai bukti bahwa mereka alami kekerasan,” dikutip dari merdeka.com, Jum’at (20/4).

Untuk pelaku sendiri sudah di amankan oleh pihak Polres Banyumas, pada Kamis (19/4). Pelaku dikenakan pasal 80 ayat 1 UU No 35 tahun 2014, dengan ancaman pidana 3 tahun 6 bulan.

Summary
Review Date
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?