Inilah Perkembangan Industri Peternakan Saat Ini Di Indonesia

Please log in or register to like posts.
News
Inilah Perkembangan Industri Peternakan Saat Ini Di Indonesia

Inilah Perkembangan Industri Peternakan Saat Ini Di Indonesia – Saat ini perkembangan peternakan di Indonesia sudah semakin berkembang. Banyak masyarakat Indonesia yang memiliki sampingan dengan usaha beternak yang menawarkan keuntungan berlipat. Perkembangan peternak di Indonesia sejalan dengan permintaan yang tinggi di pasaran terkait hasil ternak.

Inilah Perkembangan Industri Peternakan Saat Ini Di Indonesia

Inilah Perkembangan Industri Peternakan Saat Ini Di Indonesia
Ketgam: Pekerja mengambil telur ayam di peternakan ayam Kampung Buninegara, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (3/7/2018). Berdasarkan data dari Kementerian Pertanian, konsumsi telur ayam ras per kapita pada 2018 sebesar 10,44 kilogram per orang dengan jumlah penduduk sebanyak 265,015,300 jiwa, dengan keperluan telur sebanyak 2,766,760 ton per tahun, sedangkan produksi penyediaan telur sebanyak 2,968,954 ton per tahun. (ANTARA FOTO/Adeng Bustom)

Bagi Presiden Joko Widodo, perkembangan industri peternakan saat ini di Indonesia yang sangat baik. Berada pada hasil peternakan ayam kampung yang dapat memproduksi hingga mencapai 100.000 bibit ayam. Seperti yang terlansir di industri.bisnis.com. Dalam kunjungannya di pameran Indo Livestock 2018 Expo & Forum di Jakarta Convention Center,. Yang diikuti sekitas 550 peserta dari 40 negara termasuk 11 negara paviliun yaitu Indonesia, Amerika, Belanda, Eropa, Australia, Inggris, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Tiongkok dan Turki. Jakarta, Jumat (6/7/2018).

“Dulu kita perkirakan ayam kampung akan hilang. Ternyata tidak. Justru produksinya semakin banyak karena ada perusahaan yang bergerak di situ. Ini perusahaan baru tapi produksinya 100.000 per bulan. Itu jumlah yang sangat besar,” katanya.

Meski di tahun Lalu, fluktuasi kualitas harga day old chicken (DOC). Memiliki persoalan over supply seperti halnya harga pakan yang tinggi, bahan baku yang masih ekspor, dan ancaman penyakit terhadap ternak. Menjadi salah satu penyebab menurunnya daya saing dan ketidakakuratan informasi keseimbangan supply demand. Yang dimiliki oleh semua pelaku usaha ditambah berkurangnya daya beli masyarakat akibat ekonomi yang melambat.

Kabar lainnya Hingga kini sudah banyak perusahaan dalam negeri yang memperkenalkan peralatan-peralatan modern seperti gelembung mikro yang bisa menaikkan 30%-40% produksi ikan di kolam.

“Hal seperti ini saya kira akan terus dikembangkan. Karena apapun kebutuhan kita di industri peternakan, saya kira masih banyak sekali peluang. Yang bisa dimanfaatkan oleh dunia usaha, oleh masyarakat juga,” kata Kepala Negara.

 

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?