Ruangmedia.com – Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan alergi. Hampir 40 persen anak-anak yang mengalami alergi makanan. Hal ini tidak dapat diremehkan khususnya ketahuilah gejalanya pada anak anda. Menurut pakar medis dunia alergi makanan telah mencapai kondisi medis yang serius, seperti halnya anafilaksis (Alergi Berat). Gejala alergi makanan biasanya dimulai dengan gatal-gatal, ruam, mual, muntah, hingga diare. Hal ini dapat diikuti dengan batuk dan mengi (Menggambarkan suara bernada tinggi saat bernapas yang disertai rasa sesak di dada). Dalam kasus yang parah, anafilaksis dapat terjadi, yaitu ketika tenggorokan Anda membengkak dan Anda mungkin tidak dapat bernapas.

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan alergi

Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan peningkatan alergi
Foto Ist.

Lebih dari 170 makanan telah dilaporkan menyebabkan reaksi alergi. Tetapi delapan alergi makanan utama termasuk susu, telur, kacang tanah dan jenis kacang-kacangan lainnya, gandum, kedelai dan ikan. Meski demikian kepekaan dan reaksi terhadap makanan sering disalahartikan sebagai alergi. Sejatinya, alergi makanan di mediasi oleh sistem kekebalan tubuh dan dipicu oleh reaksi antibodi terhadap makanan atau minuman tertentu yang mengandung protein.

Peningkatan alergi dan sensitivitas terhadap makanan kemungkinan terkait dengan faktor lingkungan dan gaya hidup sehari-hari. Negara-negara berkembang memiliki tingkat respons alergi yang lebih rendah, dan orang-orang dengan tingkat alergi tinggi cenderung tinggal di daerah perkotaan daripada di daerah pedesaan.

Meskipun hal ini tidak ada penjelasan tunggal untuk peningkatan jumlah keseluruhan kasus alergi yang terjadi pada suatu wilayah tersebut. Namun satu faktor signifikan adalah kekurangan vitamin D yang dapat diderita oleh mereka yang tinggal di daerah perkotaan. Seperti yang dikatakan oleh beberapa pakar kesehatan dunia, terkait hubungan antara alergi dengan kekurangan vitamin D. Dijelaskan hampir dua kali lipat hanya dalam satu dekade di AS dan regulasi yang buruk dari respons IMUNOGLOBULIN-E. Hal demikian merupakan faktor yang signifikan.

Penelitian merekomendasikan untuk menguji kadar vitamin D anda selama dua kali setahun. Hal demikian menunjukkan bahwa mungkin diperlukan 9.600 IU vitamin D per hari untuk mendapatkan mayoritas (97,5 persen) dari populasi untuk mencapai 40 ng / mL, tetapi kebutuhan individu dapat sangat bervariasi. Jika Anda telah mengonsumsi sejumlah vitamin D3 selama beberapa bulan dan pengujian ulang menunjukkan Anda masih belum dalam kisaran yang disarankan, maka Anda tahu Anda perlu meningkatkan dosis Anda.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star