Korupsi Percetakan Sawah Butur Mantan Kadis Pertanian Mangkir

Please log in or register to like posts.
News
Korupsi Percetakan Sawah Butur Mantan Kadis Pertanian Mangkir

Kendari, Ruangmedia – Korupsi Percetakan Sawah Butur Mantan Kadis Pertanian Mangkir. Menindak lanjuti kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Percetakan Sawah di Kabupaten Buton Utara (Butur), pihak Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejati) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melayangkan panggilan kepada Mantan Kepada Dinas (Kadis) Pertanian Butur, Budianti Kadidaa sebanyak dua kali, namun sampai panggilan kedua, Budianti Kadidaa selaku kuasa penguasa anggaran dalam proyek tersebut masih belum memenuhi panggilan Kejati Sultra.

Korupsi Percetakan Sawah Butur Mantan Kadis Pertanian Mangkir

Korupsi Percetakan Sawah Butur Mantan Kadis Pertanian Mangkir

Dalam perjalanannya, kasus dugaan tipikor percetakan sawah Kabupaten Butur tahun anggaran 2010-2012, pihak Kejati telah mengirimkan surat panggilan kepada Budianti Kadidaa pada Selasa (10/4/2018) untuk kiranya memenuhi panggilan tersebut pada Rabu (11/4/2018), namun sang mantan Kadis Pertanian Butur tersebut tidak dapat memenuhi panggilan pihak Kejati.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris umum LEPIDAK Sultra, Mawan selaku pihak yang melaporkan dan mengawal kasus tersebut mengatakan, panggilan tersebut merupakan panggilan yang keduakalinya bagi sang mantan Kadis Pertanian Butur melalui surat panggilan instruksi kepada Bupati Butur, Drs. Abuhasan M.Pd.

“Pihak Kejati melayangkan lagi surat panggilan yang ke dua kalinya kepada mantan kadis pertanian Butur lewat surat panggilan instruksi kepada bapak Bupati Butur, Drs. H. Abuhasan, M.Pd untuk memerintahkan mantan kadis pertanian Butur saudari Ir. Budianti Kadidaa M.Si untuk menghadiri panggilan yang kedua kalinya karena panggilan yang pertama tidak dihadiri,” kata Mawan, Kamis (12/4/2018).

Korupsi Percetakan Sawah Butur Mantan Kadis Pertanian Mangkir

Lebih lanjut, Mawan mengatakan bahwa pihak Kejati juga telah memanggil sejumlah oknum yang diduga ikut terlibat dalam kasus dugaan Korupsi Percetakan Sawah Butur tersebut.

“Dan adapun nama-nama yang dipanggil oleh kejaksaan tinggi provinsi Sulawesi Tenggara untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi percetakan sawah Kabupaten Butur tahun anggaran 2010-2012 di kabupaten Butur yang tersebar dibeberapa kecamatan yaitu pak Murni selaku Kepala Desa (Kades) Peteteaa, Kecamatan Kulisusu Utara kabupaten Butur, pak Arsad selaku ketua kelompok tani Desa Peteteaa dan pak Arifin, Sp selaku PPTK desa Peteteaa,” lanjut Mawan.

Rencana pembangunan percetakan sawah butur telah diprogramkan oleh Pemerintah Kabupaten Butur untuk dilaksanakan di dua Kecamatan di Kabupaten Butur, yakni Kecamatan Kulisusu, Desa Eelahaji dan Desa Wacu Laea keemudian di Kecamatan Kulisusu Utara Desa Peteteaa.

Dalam proyek pertanian tersebut, Mawan mengatakan, dugaan anggaran yang telah dihabiskan diperkirakan mencapai angka kurang lebih 8 (Delapan) Miliar Rupiah.

“Anggarannya sekitar 8 Miliar, dan minggu lalu pihak Kejati Sultra sudah memeriksa 2 (Dua) orang saksi sekaligus korban tanah mereka yang di kena percetakan sawah tersebut,
dan kami meminta juga agar pihak Kejati Sultra memanggil kedua kalinya pihak PPK, tim pengawas lapangan tiap-tiap kecamatan, bendahara dinas pertanian kabupaten buton utara tahun 2010-2014 guna dimintai keterangan terkait lokasi percetakan sawah di Kabupaten Butur yang sudah menjadi hutan belantara dan tidak punya asas manfaat sama sekali bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Reporter : Er

Summary
Review Date
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?