Leadham Menduga Ada Tipikor di Pembangunan Pasar Sentral Wakatobi

Please log in or register to like posts.
News
Leadham Menduga Ada Tipikor di Pembangunan Pasar Sentral Wakatobi

WAKATOBILeadham Menduga Ada Tipikor di Pembangunan Pasar Sentral Wakatobi. Lembaga advokasi hak asasi manusia (Leadham) Internasional Wakatobi, menduga ada tindak pidana korupsi (Tipikor) pada pembangunan pasar rakyat sentral di Kecamatan Wangiwangi Selatan (Wangsel), Kabupaten Wakatobi yang dilakukan oleh Perseroan Terbatas (PT) Firman Mughni Jaya.

Diketahui anggaran pembangunan pusat niaga tersebut menelan biaya yang cukup fantastis, yaitu sebanyak Rp 5.642.870.000, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua Leadham Wakatobi, Ali Munir menduga ada tikus-tikus berdasi dan kucing-kucing berpakaian dinas yang bersekongkol pada pembangunan pasar tersebut.

“Alangkah sangat memilukan dan memalukan kita semua, karena hasil pemantauan kami, pada pembangunan pasar sentral Kabupaten Wakatobi, kami masih menemukan tikus-tikus berdasi dibawah tiang-tiang pasar yang dibangun. Tikus-tikus dan Kucing-kucing yang berpakaian dinas yang tidak punya rasa malu. Seakan-akan berpesta didalam sebuah persekongkolan jahat untuk menggrogoti uang rakyat,”kata Ali Munir dalam orasinya dipasar sentral Mandati, Kecamatan Wangsel. Rabu, (23/1/2018).

Leadham Menduga Ada Tipikor di Pembangunan Pasar Sentral Wakatobi
Ketgam 1 : Unjuk Rasa – Unjuk rasa Leadham Internasional Wakatobi disejumlah tempat, atas dugaan tindak pidana korupsi PT Firman Mughni Jaya. Rabu, (23/1/2018).

Selain itu dalam kasus Leadham Menduga Ada Tipikor di Pembangunan Pasar Sentral Wakatobi, Ali Munir juga meminta kepada masyarakat setempat agar tidak membiarkan Tikus-tikus dan Kucing-kucing berdasi yang ia maksud, menari diatas penderitaan rakyat.

” Tikus-tikus ini dan Kucing-kucing berdasi ini telah menunjukkan kesewenangan pada wewenangnya yang melekat pada jabatannya. Mereka menghalalkan segala cara demi meraup uang haram dari sebuah persengkokolan pembangunan pasar sentral Wakatobi. Jangan kita biarkan mereka menari diatas penderitaan kita warga miskin yang ada di Kabupaten Wakatobi. Polisi adalah pelindung masyarakat Wakatobi. Mari kita percayakan kepada mereka untuk memproses kejahatan ini agar menjadi contoh kedepan dan menjadikan efek jerah pada pejabat-pejabat yang berhati tikus dan berjantung Kucing garong. Hukum adalah hukum tidak pernah membedakan si miskin dan si kaya mari kita kawal kinerja Kepolisian dalam laporan ini,”tandasnya

Usai menggelar orasi disejumlah tempat, Ali Munir beserta massa aksinya langsung meminta Kepolisian Resor (Polres) Wakatobi, untuk segera melakukan penyelidikan dan memanggil pihak-pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan pasar tersebut, guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Wakatobi AKBP Hadi Winarno, melalui Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) setempat, Kompol Rahman Dundu, mangaku jika pihaknya telah menerima laporan dari Leadham Internasional Wakatobi serta pihaknya akan menurunkan beberapa anggota kepolisian guna melidik laporan tersebut.

“Laporan tadi saya sudah terima dengan pak Kasat Reskrim, pada prinsipnya ini adalah masukan kepada Polres Wakatobi dan kita akan tidak lanjuti, yang akan di laksanakan oleh teman-teman dari Reskrim,”sebutnya saat ditemui di Polres Wakatobi.

 

Reporter : SR

 

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?