Mahasiswa UHO Kepung Polsek Poasia

Please log in or register to like posts.
News
Kapolsek Poasia Kompol Arfah

Kendari, Ruangmedia Mahasiswa UHO Kepung Polsek Poasia Menindaklanjuti laporan penganiayaan yang dialami oleh seorang mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) atas nama Wahyudi yang merupakam Komdan Resimen Mahasiswa (MENWA) UHO,  puluhan Mahasiswa UHO Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) berbondong-bondong memdatangi Kantor Kepolisian Sektor (Polsek) Poasia Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Mahasiswa UHO Kepung Kantor Polsek Poasia
Mahasiswa UHO Kepung kantor Polsek Poasia

Dalam orasi singkatnya, puluhan Mahasiswa yang tampak memadati Polsek Poasia tersebut mengatakan bahwa penanganan kasus pemukulan dan penganiayaan yang terjadi pada 22 Januari 2018 lalu yang diduga dilakukan oleh orang yang tidak dikenal yang akhirnya diketahui bernama Iksan Labuan terkesan lambat dan ditutup-tutupi oleh pihak kepolisian.

Selain itu para mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UHO tersebut  mengatakan telah melihat dengan jelas aksi pemukulan tersebut dilakukan tepat di hadapan Kepala Satuan (Kasat) Intel Polres Kendari.

Mahasiswa UHO Kepung Polsek Poasia
Mahasiswa UHO Kepung Polsek Poasia

“Kedatangan kami disini adalah untuk menindaklanjuti tindakan penganiayaan terhadap kawan kami Wahyudin yang telah kami laporkan pada tanggal 22 Januari 2018, kasus ini kami sudah lama dilaporkan tapi sampai saat ini kami belum melihat tindak lanjut dari pihak kepolisian,” kata Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), La Ode Inta mewakili KBM UHO, Rabu (31/1/2018).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Poasia, Komisaris Polisi (Kompol) Arfah menyambut dengan baik kedatangan puluhan mahasiswa UHO tersebut.

Dihadapan para mahasiswa, Kapolsek Poasia membantah tuduhan mahasiswa tentang  dugaan adanya kong kalikong antara oknum pelaku penganiaya dan pihak Kepolisian,  Kapolsek poasia mengatakan, pihaknya tengah menangani kasus tersebut dengan serius, dan sampai saat ini kasus tersebut masih kekurangan saksi untuk kelengkapan berkas perkara.

“Langkah-langkah kami sudah melaksanakan pemeriksaan yang bersangkutan (Iksan Labuan), sudah memeriksa korbannya atas nama Wahyudin, saksi dari Wahyudin satu orang dan si Iksan kami juga sudah periksa, sudah kami periksa 1×24 jam dan ternyata kasusnya itu adalah Tipiring pasal 352 dan sekarang kita butuhkan lagi satu orang saksi dari pihak korban,” kata Kompol Arfah

“Kami sudah hubungi pihak korban supaya secepatnya saksinya bisa di datangkan karena kalau cuma satu saksi kita tidak bisa ke pengadilan dan sampai saat ini si Korban belum mendatangkan saksi tersebut, juka saksinya sudah ada hari ini maka dalam kurun waktu satu atau dua hari sudah bisa kita limpahkan ke pengadilan,” lanjutnya.

Terkait kasus pemukulan tersebut, para mahasiswa berharap pihak Kepolisian untuk bisa mengusut tuntas dan menegakkan hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

“Harapan kami, pihak Kepolisian dalam hal ini Polsek Poasia agar mengusut tuntas kasus yang menimpah saudara kami yang bernama Wahyudin. Harus di proses secara hukum si pelaku yang bernama Iksan Labuan karena telah terbukti menampar wahyudin di depan Kasat Intel polres kendari paska aksi senin lalu. Sementara kami tdk pernah mengenal iksan Labuan kok kenapa tiba-tiba mengintervensi kami,” ungkap para Mahasiswa UHO

Reporter: Er

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recommended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?