Penyelundupan Sabu Dalam Kemasan Kripik

Please log in or register to like posts.
News

KENDARIPenyelundupan Sabu Dalam Kemasan Kripik Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil mengungkap kasus penyelundupan Narkotika jenis Sabu yang diletakan di dalam kemasan makanan ringan jenis keripik.

Kasubdit III, Direktorat Narkoba, Polda Sultra, AKBP. La Ode Kadimu
Penyelundupan Sabu Dalam Kemasan Kripik

Kasubdit III, Direktorat Narkoba, Polda Sultra, AKBP. La Ode Kadimu saat ditemui oleh awak media mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan salah seorang pegawai di salah satu perusahaan pengiriman barang di Kota Kendari.

“Jadi pada awalnya tanggal 7 November itu siaga Narkoba Polda Sultra mendapatkan informasi dari salah satu jasa pengiriman bahwa ada paket yang dikirim dari Jawa Timur yaitu dari Kota Malang yang mana isinya adalahNarkotika jenis Sabu,” kata AKBP Kadimu, Rabu (15/11/2017).

Menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya kemudian mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan terhadap paket yang telah dilaporkan dan akhirnya ditemukanlah beberapa bungkus makanan ringan jenis Kripik yang salah satunya telah diisi dengan Sabu seberat 25,2 gram .

“Paket tersebut memang isinya seperti yang rekan-rekan lihat, ini ada kripik-kripik, kripik Nangka, kripik Apel, dan salah satu paket ini ada yang kemasannya sudah rusak dan ternyata di dalamnya berisi Narkotika jenis Sabu dengan berat bruto 25,2 Gram,” lanjutnya.

Setelah dilakukan penelusuran lebih lanjut, pihak Polda Sultra akhirnya berhasil menangkap seorang tersangka yang diduga berperan sebagai kurir narkoba dalam kasus penyelundupan barang haram tersebut.

Penyelundupan Sabu Dalam Kemasan Kripik
Penyelundupan Sabu Dalam Kemasan Kripik

Tersangka diketahui berinisal SKR, seorang mahasiswa semester 7 (Tujuh) Fakultas Ekonomi di Universitas Halu Oleo Kendari yang berhasil ditangkap ketika hendak mengambil barang tersebut di kantor pengiriman barang di jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Anaiwoy, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari.

“Dari hasil temuan ini, kami menindak lanjuti, melakukan penyelidikan dan akhirnya pada tanggal 8 November 2017, kurang lebih pukul 16.00  kami menangkap tersangka dengan inisial SKR yang hendak mengambil barang tersebut di tempat pengiriman barang,” ungkapnya

Bersamaan dengan ditangkapnya SKR, pihak Polda Sultra juga berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 (satu) bungkus garing kripik nangka, 1 (satu) buah dos warna hijau merk firdaus, 1 (satu) bugkus virgo kripik apel, 1 (satu) bungkus plastik marning jagung BBQ merk firdaus, 1 (satu) bungkus plastik marning jagung pedas manis merk firdaus, 1 (satu) bungkus plastic marning jagung lada hitam merk firdaus, 1 (satu) lembar resi pengiriman J&T Nomor seri 888049811042 atas nama Selvi Ningsih, 1 (satu) unit hanphone merk Vivo 1606 wama hitam, dan 1 (satu) unit hand phone merek Samsung lipat GT E1195 warna silver hitam.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari tersangka, barang haram tersebut diketahui adalah barang kiriman dari salah satu pengedar Narkoba jaringan Lapas di Kota Malang, Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang dipesan oleh salah satu bandar Narkoba di Kota Kendari yang saat ini telah diketahui identitasnya.

Lebih jauh lagi, La Ode Kadimu memaparkan bahwa tersangka pengirim paket Sabu yang berada di Kota Malang saat ini telah dibekuk dan pihak Polda Suktra juga telah bekerja sama dengan Polresta Malang untuk meperlancar penyidikan .

Baca juga : Simulasi Pengamanan Pilkada Sultra 2018

“Tersangka pengirim barang di Jatim juga sudah dilakukan penangkapan, dan kami juga sudah melakukan kerjasama dengan Polresta Malang dalam rangka kelancaran penyidikan dari 2 (dua) tersangka yang di tangkap di dua wilayah yang berbeda, termasuk juga pengembangan dari kasus ini untuk mengetahui siapa yang berada di atas para tersangka ini,” paparnya

Saat ini tersangka SKR telah ditahan di Mapolda Suktra untuk dimintai keterangan lebih lanjut, dan atas perbuatannya SKR dijerat dengan Pasal 132 ayat 2 Junto (JO) 114 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun, paling lama 20 Tahun dan denda paling sedikit 1 Miliar dan paling banyak 10 Miliar rupiah.

Reporter : Er

Summary
Review Date
Reviewed Item
Penyelundupan Sabu Dalam Kemasan Kripik
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?