Presiden Nilai Proyek Padat Karya Berjalan Baik di Banyuasin

Please log in or register to like posts.
News
Presiden Nilai Proyek Padat Karya Berjalan Baik di Banyuasin

Presiden Nilai Proyek Padat Karya Berjalan Baik di Banyuasin. – Hasil peninjauan yang dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Yang didampingi oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo. Saat mengunjungi Desa Pangkalan Gelebak, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menilai pemanfaatan yang berjalan baik. Dalam hal pembangunan infrastruktur yang kecil, jalan desa dengan total tadi anggaran yang didrop di proyek itu Rp284 juta. Seperti yang terlansir di setkab.go.id.

“Saya melihat bagus pemanfaatannya, membikin infrastruktur yang kecil, jalan desa. Dengan total tadi anggaran yang didrop di proyek itu Rp284 juta.,” Kata Presiden usai meninjau pelaksanaan PKT pengecoran jalan di Pangkalan Geblak, Banyuasin, Sumatra Selatan, Jumat (13/7).

Sejak tahun 2014 kepemimpinannya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), telah memacukan pembangunan berbagai jenis infrastruktur, baik infrastruktur transportasi, energi, telekomunikasi, pertanian, maupun infrastruktur dasar.

Presiden Nilai Proyek Padat Karya Berjalan Baik di Banyuasin

Presiden Nilai Proyek Padat Karya Berjalan Baik di Banyuasin
Ketgam: Presiden Nilai Proyek Padat Karya Berjalan Baik di Banyuasin (Foto /tribunnews)

Seperti yang telah dijanjikannya bahwa di tahun 2018 ada kisaran 15 juta rakyat desa akan terlibat dalam proyek padat karya yang digelar pemerintah dengan mengalokasikan kisaran Rp 60 triliun Dana Desa. Salah satunya ialah Desa Pangkalan Gelebak, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan yang telah berjalan dengan baik.

Dalam kunjungannya di Banyuasin Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa hal tersebut telah meningkatkan pendapatan masyarakat desa melalui keterlibatan mereka sebagai pekerja yang diberi upah antara Rp 95 ribu hingga Rp 130 ribu.

“Artinya padat karya ini sudah memberikan manfaat ekonomi untuk income-income di masyarakat,” tutur Presiden.

Selain pengerjaan jalan, dalam program PKT di daerah ini juga dilakukan pembangunan posyandu. Juga dilakukan pembuatan sarana sanitasi berupa 30 jamban untuk 30 Kepala Keluarga (KK) dengan anggaran Rp2 juta per unit.

“Saya lihat juga bagus jambanisasi tadi, membikin jamban-jamban keluarga kurang lebih Rp2 juta per jamban,” tutur Presiden seraya menambahkan pembangunan sanitasi baik bagi keluarga dan kesehatan lingkungan di kampung.

Dilain sisi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo mengatakan bahwa sudah tidak menggunakan kontraktor lagi untuk proyek-proyek pembangunan yang berasal dari dana desa. Dengan adanya program padat karya tunai (PKT) dengan mempekerjakan masyarakat ini akan memiliki tambahan pendapatan masyarakat desa.

Penggunaan dana desa untuk program-program pembangunan irigasi, jalan, jambanisasi, atau posyandu, dinilai Presiden sangat efektif.

“Dalam 4 tahun ini, sudah kita berikan kurang lebih Rp187 triliun pada desa, pada daerah. Manfaatnya tentu saja kita ingin perputaran uang di bawah juga semakin banyak,” pungkas Presiden.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana dalam peninjauan ini, Mendes PDTT Eko Putro Sandjoyo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Gubernur Sumatra Selatan Alex Noerdin, dan Bupati Banyuasin SA Supriono.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?