Supir Taxi Konvensional Razia Taxi Online

Please log in or register to like posts.
News

KENDARISupir Taxi Konvensional Razia Taxi Online Puluhan supir Taxi di Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Senin pagi padati pelataran eks MTQ Kota Kendari. Keberadaan puluhan supir taksi yang tergabung dari 6 (Enam) perusahaan Taxi di Kota Kendari tersebut bertujuan untuk menyatakan sikap menolak kehadiran Taxi berbasis Online (Grab) untuk beroperasi di wilayah Kendari.

Supir Taxi Konvensional Razia Taxi Online
Supir Taxi Konvensional Razia Taxi Online

Hal tersebut dinyatakan langsung oleh ketua Asosiasi Taxi Kota Kendari, Rahmat, SH yang mengatakan bahwa pihaknya bersama seluruh Supir Taxi se Kota Kendari merasa dirugikan oleh kehadiran Grab yang masih beroperasi di Kendari tanpa mengantongi izin dari pemerintah daerah.

“Kita ini adalah taxi resmi, walaupun mereka punya izin, izinnya itu bukan sebagai transportasi, izinnya sebagai aplikasi, itu yang teman-teman harus pahami. Kemudian perbedaan kita dengan mereka kita adalah taksi dengan identitas yang jelas, pekerjaan pokok kita sebagai supir Taxi,” lanjutnya

“Jadi pada hari ini kita teman teman dari asosiasi pengusaha taksi dan saudara-saudara driver dengan tegas kami katakan kita sama sama menolak adanya Taxi online di kota Kendari, karena sampai saat ini taxi online oun belum memiliki izin untuk beroperasi di wilayah kita,” tambahnya.

Supir Taxi Konvensional Razia Taxi Online
Azis, salah satu supir Taksi ( Supir Taxi Konvensional Razia Taxi Online )

Di tempat yang sama, mewakili seluruh Supir Taxi seKota Kendari, Azis mengatakan aksi protes tersebut dilakukan untuk menindak lanjuti hasil rapat koordinasi dalam rangka membahas keberadaan Taxi Online di Wilayah Sultra bersama Ditlantas, Dishub, Organda-Forssma, dan Perwakilan Pengusaha Taxi yang dilaksanakan di salah satu Rumah Makan ternama di Kendari pada 22 November 2017 lalu.

“Kita cuma menindaklanjuti tentang kesepakatan rapat koordinasi kita yang tidak diindahkan, faktanya sampai saat ini masih ada juga pengemudi Grab yang masih beroperasi,” ungkap Azis.

Bukan hanya itu, pihaknya juga mengajak seluruh pihak-pihak terkait baik itu pihak Grab maupun pemerintah untuk kembali membahas tentang eksistensi Grab di Kendari.

“Kalau bisa pakar ITnya juga hadir biar kita bahas soal ini, jangan lupa juga, pihak-pihak yang berdaulat dengan negara dipanggil juga karena ini menyangkut kedaulatan,” kata Azis, Senin (27/11/2017).

Aksi protes tersebut juga dirangkaikan dengan aksi razia pengemudi Grab, dalam razia terarbut pihaknya berhasil menemukan seorang pengemudi Grab yang masih aktif beroperasi dengan menggunakan mobil Honda Jazz dengan nomor polisi DT 1397 KE yang dilanjutkan dengan aksi pengempesan roda Kendaraan sang sopir Grab yang diketahui berprofesi sebagai seorang Dokter di Kota Kendari.

Untuk diketahui, sebelumnya telah dilaksanakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh seluruh pihak terkait  yakni Ditlantas Polda Sultra, Dishub, Organda-Forssma, dan Perwakilan Pengusaha Taxi Kota Kendari, dalam rapat koordinasi tersebut telah disepakati bahwa untuk sementara Taxi Grab tidak boleh beroperasi di Kota Kendari sebelum mengantongi izin dari pemerintah setempat.

Pihak Grab diharuskan untuk merekrut anggota secara berkelompok atau Vendor dan dalam kelompok tersebut minimal harus terdapat 5 (lima) pengemudi yang siap beroperasi di wilayah yang telah ditentukan di Kota Kendari.

Reporter : Er

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?