Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal

Please log in or register to like posts.
News
Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal

Kendari, Ruangmedia – Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal. Garam Ilegal Cap Bangau Biru Telah beredar di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), garam tersebut diedarkan ke masyarakat dengan harga 300 rupiah perbungkusnya.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menemukan dan menyita 50 Ton Garam ilegal yang diproduksi di Kota Kendari. Berdasarkan hasil uji laboratorium Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Garam ilegal tersebut dinyatakan memiliki cairan yang tidak memenuhi syarat pangan.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Sultra, Kombes. Pol. Wira Satya yang dikonfirmasi mengenai hasil temuan Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal itu mengungkapkan, Garam tersebut berlabel Garam Beryodium Cap “Bangau Biru” yang ditemukan pada 26 Januari 2018 lalu di sebuah gudang tempat penyimpanan sekaligus tempat produksi puluhan Ton garam ilegal.

Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal
Ketgam: Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menyita 50 Ton Garam ilegal yang diproduksi di Kota Kendari.

“Pada Jumat, 26 Januari 2018 sekitar pukul 15.30 personil Ditkrimsus dari Subdit I Indagsi menemukan sebuah gudang yang terletak di jalan KG, Kelurahan BG, Kecamatan BG, Kota Kendari yang merupakan tempat penyimpanan sekaligus tempat untuk memproduksi garam Jeneponto Beryodium dengan cap Bangau Biru,” ungkap Kombes Pol. Wira Satya, Selasa (20/2/2018).

Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal
Ketgam: Garam cap Bangau Biru

Selain itu, Dir Krimsus Polda Sultra juga mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap Pemilik UD. Kristal Garam Maindo, dengan isial JM, ditemukan fakta bahwa ribuan bungkus garam temuan tersebut tidak memiliki izin edar dari Balai POM maupun Dinas Kesehatan (Dinkes).

“Setelah dilakukan pemeriksaan, didapati bahwa pemilik daripada produksi tersebut belum memiki izin edar dari balai POM untuk mengedarkan sediaan produk garam Jeneponto Beryodium dengan cap Bangau Biru, jadi boleh dikatakan bahwa produk garam tersebut tidak terdaftar baik di Balai POM mauoun di dinas Kesehatan, termasuk SNInya pun secara otomatos tidak ada,” katanya Kombes Pol Wira.

Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal
Ketgam: Proses Pemeriksaan kasus Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal

Dari hasil penemuan, Pihak Polda Sultra berhasil menyita beberapa barang bukti berupa 1000 karung garam kasar dengan berat tiap karungnya 50 Kg, dan beberapa alat produksi garam seperti 8 (Delapan) karung berisi 54 Pack kemasan garam Jeneponto Beryodium Cap Bangau Biru,  3 (Tiga) Ball  garam yang tiap ballnya berisi 50 bungkus garam, 1 (Satu) unit Air Kompresor merk “Shark” model MZ0725 berwarna Orange, 1 (Satu) buah selang karet Kompresor, 1 (Satu) buah alat semprot yang terbuat dari besi  bertuliskan F 75 TENKA.

“Selain itu kita juga menyita larutan air kalium Jodat yang tersimpan  dalam sebuah galon air berwarna biru, satu buah kaleng plastik berusi bubuk POTASIUM IODATE atau Kalium Jodat, 4 (Empat) buah potongan pipa paralon warna putih, 1 (Satu) buah setrika listrik merk Maspion, 1 (Satu) buah lampu minyak yang terbuat dari botol kaca, 1 (Satu) buah buku agenda penjualan garam Jeneponto Beryodium Cap “Bangau Biru” UD. Kristal Garamindo,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dir Krimsus memaparkan, modus operandi pelaku produksi Temuan 1000 Bungkus Garam Ilegal tersebut yaitu dengan cara garam tersebut didatangkan dari pulau jawa tepatnya di Jawa Timur (Jatim) dan Bima, kemudian di olah kembali oleh tersangka JM ( Pemilik  UD. Kristal Garamindo) dengan cara mencampurkan garam tersebut dengan bubuk Potasium Jodat kedalam air, selanjutnya dicampurkan dengan larutan yang telah diisi kedalam semprotan Kompresor.

“Larutan tersebut disemprotkan ke Garam Kasar yang berada di Bak Terpal, selanjutnya garam kasar yang sudah disemprot dengan larutan dikemas dengan plastik berukuran 400 gram  yang dimasukan dengan menggunakan pipa paralon, kemudian direkatkan dengan cara di panaskan menggunakan lampu pelita dan dirapikan dengan setrika, setelah garam dimasukan kedalam kemasan plastik ukuran plastik 400 gram dikemas kembali dalam plastik besar berisi 50 bungkus per bal,” paparnya

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka JM selaku pemilik UD. Kristal Garamindo disangkakan pasal 142 Junto Pasal 91 ayat 1 UU no 18 tahun 2018 tentang pangan dengan ancaman pidana paling lama 2 (Dua) tahun ataupun denda paling banyak 4 miliar rupiah.

 

Reporter : Er

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?