Tindak Lanjut Kasus Penyerobotan Lahan Konkep

Please log in or register to like posts.
News
Tindak Lanjut Kasus Penyerobotan Lahan Konkep

Kendari, Ruangmedia. – Tindak Lanjut Kasus Penyerobotan Lahan Konkep. Kasus Penyerobotan lahan yang terjadi di Desa Pasir Putih, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) yang melibatkan Bupati Konkep, Ir. H. Amrullah, MT sebagai terlapor saat ini telah memasuki tahap penyidikan.

Menindak lanjuti laporan pemilik lahan, Polo Nusantara pada 23 Agustus 2017, pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah melaksanakan gelar perkara terkait kasus dugaan penyerobotan lahan seluas 2.060 meter persegi tersebut.

Tindak Lanjut Kasus Penyerobotan Lahan Konkep
Ketgam: Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh

Dari hasil gelar perkara yang dilaksanakan pada Kamis 25 Januari 2018 tersebut, pihak Penyidik  Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sultra menyatakan bahwa Bupati Konkep tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut disampaikan oleh Penyidik Ditkrimum Polda Sultra melalui Kepala Subbidang Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra, Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, dikatakannya, berdasarkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dan alat bukti yang berhasil dikumpulkan oleh pihak penyidik, tidak ada satupun yang bisa membuktikan bahwa Ir. H. Amrullah adalah dalang dari penyerobotan lahan tersebut.

“Mengenai perkara memasuki pekarangan yang dilaporkan dengan terlapor pak Bupati. Dari hasil gelar, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi bahwa untuk terlapor yang diduga bupati itu tidak bisa kita tetaplan sebagai tersangka, dari hasil alat bukti yang ada yang kami kumpulkan kalau yang dilaporkan Bupati itu jauh skali, tidak ada sama sekali saksi ataupun hasil pemeriksaan itu keterkaitannya dengan bupati,” ungkap, Kompol Dolfi, Jumat (26/1/2018).

Lebih lanjut, dari hasil gelar perkara, pihak penyidik menemukan fakta baru dalam kasus tersebut dimana diduga ada oknum lain yang kuat kaitannya dengan keterangan saksi-saksi dan alat bukti yang ditemukan terkait penyerobotan lahan tersebut.

“Bupati tidak bisa ditetapkan sebagai tersangka, namun di perkara itu ada pidana lain yang menjurus ke oknum lain di Desa Pasir Putih,” lanjutnya.

Dengan demikian, untuk Tindak Lanjut Kasus Penyerobotan Lahan Konkep tersebut, pihak penyidik akan mengirimkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) ke pelapor dan memeriksa oknum desa pasir putih yang dimaksud.

“Jadi untuk tindak lanjut perkara ini kita proses penyidikan menjurus ke oknum yang dimaksud, nanti untuk perkembangan selanjutnya kami mengirim SP2HP ke pelapor,” pungkasnya

Untuk diketahui, kasus tersebut telah dilaporkan oleh Polo Nusantara selaku pemilik lahan pada tanggal 23 Agustus 2017 lalu, Polo Nusantara mengklaim bahwa dirinya memiliki sertifikat yang syah atas tanah seluas 2.060 meter persegi yang sedang dipersengketakam tersebut yang saat ini telah berdiri perumahan yang dibangun oleh pihak pemerintah daerah Konkep.

 

Reporter : Er

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?