Wisata Hutan Mangrove di Buton Utara

Please log in or register to like posts.
News
Wisata Hutan Mangrove di Buton Utara

Ruangmedia.comWisata Hutan Mangrove di Buton Utara. Indonesia tidak hanya dikenal memiliki keragaman budaya yang dilestarikan, namun juga memiliki keindahan alam serta gugusan pulau yang tersembunyi. Kabupaten Buton Utara salah satunya, berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, yang terus menjadi daya pikat para pengunjung akan keragaman potensi wisatanya.

Potensi pariwisata khususnya yang berada di daerah pemekaran Kabupaten Muna tersebut. Diantaranya seperti yang kita ketahui bersama mulai dari objek wisata bersejarah yaitu benteng keraton. Ada pula wisata budaya permainan kesenian tradisional, serta potensi wisata alam diantaranya danau, dan air terjun yang menarik perhatian pengunjungnya.

Tidak terhenti sampai di situ saja, untuk wisata alamnya disini juga terdapat kawasan wisata Hutan Mangrove yang terbesar di Provinsi Sulawesi Tenggara. Dengan luas mencapai hingga 16.000 hektare menjadikan kawasan wisata hutan mangrove ini pernah dikenal sebagai wilayah pusat penelitian di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Buton Utara guna melestarikan kawasan wisata hutan mangrove tersebut. Meski sebelumnya warga setempat memanfaatkan kayu bakau ini menjadi bahan bakar utama dalam rumah tangga. Namun, efektifnya kini lokasi tersebut menjadi sangat asri dan tertata rapih. Melalui peraturan daerah untuk bekerjasama dengan warga setempat dalam pemberhentian penebangan kayu bakau di area tersebut.

Wisata Hutan Mangrove di Buton Utara

Wisata Hutan Mangrove di Buton Utara
Ketgam: Keindahan alam yang dinikmati pengunjung dengan menggunakan perahu. Berada di titik Lokasi: Laea Jauh, Buton Utara, Sulawesi Tenggara. (Kawasan wisata Hutan Mangrove). Repost by: @explore_butur

Jika anda berkungjung di tempat ini, anda dapat langsung menikmati panorama yang dapat di explore dari kawasan hutan mangrove yang terletak di Kabupaten Buton Utara, Sulawesi Tenggara. Hingga sampai sekarang pun kawasan ini sering dikunjungi, mulai dari warga setempat hingga pendatang. Baik sekedar refresing untuk menikmati keindahan alamnya yang masih banyak pepohonan hijau. Tidak hanya pepohonan dan tumbuhan liar yang akan kita temukan di kawasan tersebut. Namun juga berbagai makhluk hidup berkembang biak di dalam air. Diantaranya seperti kepiting bakau, udang dan berbagai jenis ikan lainnya.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Recomended
Author Rating
51star1star1star1star1star

Reactions

0
0
0
0
0
0
Already reacted for this post.

Suka ini?